Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2015

Natal Adalah Hari Muram Bagi Orang Miskin

Hari Natal adalah waktu yang menyedihkan. Kalimat tersebut terlintas di benak Charlie begitu ia terbangun oleh suara jam weker yang meraung seolah tanpa henti; dan kalimat itu juga yang akhirnya memberikan ‘nama’ pada perasaan yang semalam suntuk sempat memberatkan hatinya. Langit di luar jendela kamar tampak hitam. Charlie bangkit duduk di atas ranjang dan menarik seutas tali yang menggantung di depan hidung untuk menyalakan bohlam lampu. Natal adalah hari yang paling menyedihkan dibandingkan hari-hari lain sepanjang tahun, pikirnya. Dari jutaan orang yang tinggal di New York, batin Charlie pada diri sendiri, hanya aku yang harus bangun pada pukul 6 pagi di Hari Natal sambil memerangi udara dingin—hanya aku.

Sabtu, 04 Juli 2015

Kucing Kehujanan

Semua tahu, kucing takut air. 

Dari atas jendela kamar hotel, tampak  kucing kehujanan, sendirian, tanpa tempat berteduh, memicu rasa kasihan seorang istri yang tengah menginap bersama suaminya.
 
Sang suami tidak peduli akan keprihatinan istrinya pada kucing itu, terus membaca sambil tidur. Dia tidak menemani istrinya turun kebawah untuk menyelamatkan kucing tersebut.